jeci

Jeci... aku sudah lama bahkan tidak pernah lagi mengingatmu,
aku sudah tidak perduli lagi,
aku teramat mengandalkan diriku yang tiadak ada apa-apanya

Jeci... jangan marah dan berpaling dariku,



Selingkuh

Hanya satu alasan yang membuat saya selingkuh, ya, karena kamu juga selingkuh. Kamu telah merusak segalanya dengan percintaanmu dengan laki-laki itu di ranjang hotel yang kamu pilih jauh dari rumah dan kamu pulang dengan perasaan tidak bersalah. Kamu telah mengotori vagina mu dengan sperma laki-laki lain. Ugh…kamu seperti penari telanjang di atas tubuh selingkuhan mu. Kamu lupa segalanya. Kamu melupakan anak-anakmu, kamu melupakan suami mu kamu melupakan moral.

Kamu tidak terampuni lagi dan kamu terhapus dari ingatanku tapi selingkuhmu tetap abadi membekas. Sekarang aku telah bebas berbuat dosa sesuka hati.

Kemarilah perempuan perempuan, aku telah bebas berbuat apa saja.

Jangan percaya "koran" mu

Aku mau menyenangkan semua orang tapi ada saja yang tidak berkenan. Karena itu aku semakin berhati-hati dengan segala tindak-tanduk ku, karena aku ingin berusaha menyenangkan semua orang.


 

Dan karena kehati-hatian tadi dan juga berita dari "koran" aku semakin lebih berhati-hati. Aku semakin bertindak sangat pelan dan penuh dengan pertimbangan-pertimbangan dengan keputusan yang akan aku ambil.

Dan berita hari dari "koran" hari ini mengatakan bahwa aku seperti ini aku seperti itu. Aku semakin tidak nyaman dengan berita hari ini. Duhh gusti ...begini salah begitu salah..aku kan hanya mau semua orang senang..


 


 

Hingga aku tersadar, aku tidak mungkin membuat orang semua senang dan aku harus tidak percaya dengan berita "koran" ku hari ini.

tanya sama J

J ! suka mana aku minum pake cangkir kayu atau dari perak ?

tanya sama J

J !
tanya...
gimana cara yang bersahaja menyenangkan sesama?

miscall dari J

Ah ada miscall,
08xxxxx53787,
Ah dari J,
J mau bicara apa ke saya ?
Ta telpon balik aja!

bicara dengan J

seandainya J mau berkenan meneleponku,
aku pasti tanya
apakah aku seorang munafik ?